<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9090145768955731574</id><updated>2012-02-17T11:20:25.362+07:00</updated><title type='text'>Blog Mas Dikin</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://m-shad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>muhamadsadikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9090145768955731574.post-6860976379093042052</id><published>2008-10-08T18:56:00.011+07:00</published><updated>2008-10-08T19:31:58.258+07:00</updated><title type='text'>experimen</title><content type='html'>&lt;a href="http://m-shad.blogspot.com/ilmu"&gt;&lt;/a&gt;blog ini yang kedua x yang saya buat, walaupun berantakan saya tetap harus bisa blog yang enak dilihat, di baca, di pahami, di coba. he he kaya master aja ngajarin&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;terima kasih kepada teman-teman yang banyak membantu pembuatan blog, dan mohon maaf ilmu yang saya peroleh saya hasil dari pencurian dari teman-teman&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9090145768955731574-6860976379093042052?l=m-shad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='arsip' href='http://m-shad.blogspot.com/ilmu' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-shad.blogspot.com/feeds/6860976379093042052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/experimen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/6860976379093042052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/6860976379093042052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/experimen.html' title='experimen'/><author><name>muhamadsadikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9090145768955731574.post-2479662475480027198</id><published>2008-10-05T16:26:00.005+07:00</published><updated>2008-10-05T17:15:47.258+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya.....</title><content type='html'>&lt;p&gt;Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya bisa buat blog&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya bisa posting&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya bisa edit blog&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya bisa setting blog&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya bisa otak-atik blog&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya ku dapat ilmu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya ....................&lt;/p&gt;&lt;p&gt;walau berantakan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9090145768955731574-2479662475480027198?l=m-shad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='arsip' href='http://m-shad.blogspot.com/cermin' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-shad.blogspot.com/feeds/2479662475480027198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/akhirnya.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/2479662475480027198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/2479662475480027198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/akhirnya.html' title='Akhirnya.....'/><author><name>muhamadsadikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9090145768955731574.post-8881399035963088589</id><published>2008-10-04T14:07:00.008+07:00</published><updated>2008-10-05T19:08:23.115+07:00</updated><title type='text'>Melihat Surga Di Depan Mata</title><content type='html'>&lt;h4 style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Melihat Surga Di Depan Mata&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a title="Profile of Tim dakwatuna.com" href="http://www.dakwatuna.com/author/admin"&gt;Tim dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="postedby"&gt; &lt;/span&gt; &lt;hr align="left" color="#999999" size="1" noshade="noshade"&gt;  &lt;div align="right"&gt;&lt;a title="Kirim" href="http://www.dakwatuna.com/2008/melihat-surga-di-depan-mata/email/" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-EmailIcon" title="Kirim" style="border-width: 0px;" alt="Kirim" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-email/images/email_famfamfam.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a title="" href="http://www.dakwatuna.com/2008/melihat-surga-di-depan-mata/print/" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-PrintIcon" title="" style="border-width: 0px;" alt="" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-print/images/printer_famfamfam.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; Surga adalah suatu pembalasan yang agung dan  pahala tertinggi bagi para hamba Allah yang taat. Surga merupakan suatu  kenikmatan sempurna. Tak ada sedikit pun kekurangannya. Tak ada kemuraman di  dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggambaran surga yang difirmankan oleh Allah swt. dan disabdakan oleh Nabi  saw., memang hampir tak mampu kita gambarkan dengan otak dan imajinasi kita yang  terbatas ini. Betapa sulit membayangkan kenikmatan yang demikian besar. Sungguh  kemampuan imajinasi kita akan terbentur pada keterbatasannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita coba untuk memvisualisasikan dalam angan hadits Qudsi yang menceritakan  tentang gambaran surga berikut ini,&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب  بشر&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Kami sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu, yang tak pernah  terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas  oleh hati manusia…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Seorang pun tak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan  terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As-sajdah 17)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt. menentukan hari masuknya ke surga pada waktu tertentu dan  memutuskan jatah hidup di dunia pada batas waktu tertentu serta menyiapkan di  dalam surga berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, didengar  oleh telinga, dan terlintas dalam hati. Dia memperlihatkan dengan jelas surga  kepada mereka agar dapat melihatnya dengan mata hatinya karena penglihatan mata  hati lebih tajam daripada pandangan mata kepala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka  kursinya diperlihatkan kepadanya setiap pagi dan petang. Jika ia penghuni surga,  maka ia adalah penghuni surga. Jika ia penghuni neraka, maka ia adalah penghuni  neraka. Kemudian dikatakan, Inilah kursimu hingga Allah Ta’ala membangkitkanmu  pada hari kiamat nanti.”&lt;/em&gt; Bukhari-Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sungguh Nabi Muhammad saw. telah melihat di dekatnya terdapat surga  tempat tinggal sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim  hadits dari Anas dalam kisah Isra’ dan Mi’raj. Pada akhir hadits tersebut  dijelaskan,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jibril berjalan terus hingga tiba di Sidratul Muntaha dan ternyata  Sidratul Muntaha ditutup dengan warna yang tidak aku ketahui.” kata Rasulullah  saw. lebih lanjut, “Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya  terdapat kubah dari mutiara dan tanahnya beraroma kesturi.&lt;/em&gt;  Bukhari-Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah sebuah puisi tentang surga:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai penghuni surga, kalian di surga ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetap dalam kenikmatan dan tak pernah terputus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup terus dan tidak akan mati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalian berdomisili di sini terus dan tak akan pindah tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kalian muda terus serta tidak tua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke dalam surga  berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang  pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya,  “Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kalian, berbahagialah kalian! Maka masukilah  surga ini, sedang kalian kekal di dalamnya.”&lt;/em&gt; Az-Zumar 39:73&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cobalah renungkan ketika kelompok di atas digiring menuju tempatnya di surga  secara berkelompok. Kelompok yang bahagia bersama dengan saudara-saudaranya.  Mereka beriringan dan bersatu padu. Masing-masing dari mereka terlibat dalam  amal perbuatan dan saling kerjasama dengan kelompoknya serta memberi kabar  gembira kepada orang-orang yang hatinya kuat sebagaimana di dunia pada saat  mereka bersatu dalam kebaikan. Selain itu, setiap orang dari saling canda antar  sesamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“(Yaitu) Surga Aden yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta  buah-buahan yang banyak dan minuman di surga tersebut.”&lt;/em&gt; Shaad: 50-51&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda perhatikan bahwa ada makna indah pada ayat di atas ketika mereka telah  masuk ke dalam surga, maka pintu-pintu itu tidak tertutup bagi mereka dan  dibiarkan terbuka lebar untuk mereka. Sedangkan neraka, jika para penghuninya  telah masuk ke dalamnya, maka pintu-pintu langsung ditutup rapat bagi  mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.”&lt;/em&gt; Al-Humazah:8&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dibiarkannya pintu-pintu surga terbuka untuk para penghuninya adalah isyarat  bahwa mereka dapat bergerak secara leluasa bagi mereka. Serta masuknya para  malaikat masuk setiap waktu kepada mereka dengan membawa hadiah-hadiah dan rizki  untuk mereka dari Rabb mereka serta apa saja yang menggembirakan mereka dalam  setiap waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Di surga terdapat delapan pintu. Ada pintu yang namanya Ar-Rayyan yang  hanya dimasuki oleh orang-orang yang puasa.” &lt;/em&gt;Bukhari dan Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barang Siapa yang berinfak dengan sepasang unta atau kuda atau lainnya  di jalan Allah swt., maka ia dipanggil dari pintu-pintu surga. “Wahai hamba  Allah, pintu ini lebih baik. Barang Siapa yang rajin shalat, maka ia dipanggil  di pintu shalat. Barang Siapa berjihad, maka ia dipanggil di pintu jihad. Barang  Siapa rajin bershadaqah, maka ia masuk dari pintu shadaqah. Dan barang siapa  puasa, maka ia dipanggil dari Ar-rayyan.”Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah,  apakah setiap orang dipanggil dari pintu-pintu tersebut? Adakah orang dipanggil  dari semua pintu tersebut? Rasulullah saw. menjawab,”Ya, dan aku berharap engkau  termasuk dari mereka.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Siapa di antara kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya  lalu membaca &lt;strong&gt;Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahulaa syarikalahu wa  asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluhu&lt;/strong&gt;, maka dibukakan baginya  pintu-pintu surga yang berjumlah delapan dan ia masuk dari mana saja yang ia  sukai.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Imam Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jika seorang muslim mempunyai tiga orang anak yang belum baligh kemudian  meninggal dunia, maka mereka menjumpainya di pintu-pintu surga yang delapan dan  ia bebas masuk dari pintu mana saja yang ia sukai.”&lt;/em&gt; k&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Demi Muhammad yang jiwanya ada di Tangan-Nya, jarak antara dua daun  pintu surga adalah seperti Makkah dan Hajar atau Hajar dan Makkah.”&lt;/em&gt; Imam  Bukhari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam redaksi lain,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Antara Makkah dan Hajar atau Makkah dengan Bushra.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;(Hadits ini keshahihannya disepakati pakar hadits).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat. Kalian adalah umat yang  terbaik dan termulia di sisi Allah. Jarak di antara dua daun pintu surga adalah  empat puluh tahun. Pada suatu hari ia akan penuh sesak.”&lt;/em&gt; Imam Ahmad&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Pintu yang dimasuki oleh penghuni surga jaraknya adalah sejauh  perjalanan pengembara dunia yang ahli, tiga kali lipat. Kemudian penghuni surga  memenuhinya hingga pundak mereka nyaris lengkap.”&lt;/em&gt; Abu Nu’aim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Allah Azza wajalla menciptakan Adam mirip dengan wajah-Nya. Postur tubuh  Adam adalah enam puluh hasta. Usai menciptakan Adam Allah berfirman, “Pergilah  dan ucapkan salam kepada sekumpulan tersebut. Mereka adalah para malaikat yang  sedang duduk-duduk dan mendengarkan salam yang mereka sampaikan kepadamu, karena  salam tersebut adalah salammu dan salam anak keturunanmu.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kata Rasulullah saw., “Lalu Adam pergi ke tempat mereka dan berkata,  “Salam sejahtera atas kalian.” Mereka menjawab, “Salam sejahtera juga atasmu dan  begitu juga rahmat Allah.” Kata Rasulullah saw. lebih lanjut&lt;strong&gt;,  &lt;/strong&gt;“Maka setiap orang yang masuk ke dalam surga wajahnya seperti wajah  Adam dan postur tubuhnya adalah enam puluh hasta. Setelah Adam, manusia mengecil  hingga sekarang.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Ahmad, Bukhari dan Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Penghuni surga masuk ke dalam surga dengan rambut pendek, belum  berjenggot, matanya bercelak dan usianya tiga puluh tiga tahun.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;Imam Tirmidzi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jika penghuni surga meninggal dunia, baik pada saat kecil atau tua, maka  mereka dikembalikan dengan usia tiga puluh tahun di surga dan usianya tidak  bertambah selama-lamanya. Begitu juga penghuni neraka.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Imam  Tirmidzi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Penghuni surga masuk surga dengan ketinggian Adam, enam puluh hasta  dengan ukuran orang besar, dengan wajah tampan setampan Nabi Yusuf, Seusia Nabi  Isa, tiga puluh tiga tahun, lidahnya fasih sefasih Nabi Muhammad, belum  berjenggot dan berambut pendek.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Ibnu Abu Dunya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam riwayat yang lain&lt;em&gt;, “Sesungguhnya derajat penghuni surga yang paling  rendah yang berada di tingkat keenam dan ketujuh. Disediakan baginya tiga ratus  pelayan yang setiap pagi dan sore melayaninya dengan memberikan tiga ratus  piring. Yang saya ketahui piring tersebut terbuat dari emas.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Setiap piring mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki oleh piring  yang lain. Ia menikmati dari piring yang pertama hingga piring terakhir.  Pelayan-pelayan juga memberikan tiga ratus minuman di mana setiap minuman  mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat minum yang lain. Ia  menikmati tempat minum pertama hingga tempat minum terakhir.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ia berkata,” Rabbku, jika Engkau mengizinkan, maka aku akan memberi makan  dan minum kepada penghuni surga dengan tidak mengurangi jatah yang diberikan  kepadaku. “Sesungguhnya ia mempunyai istri sebanyak tujuh puluh dua orang yang  berasal dari wanita-wanita surgawi yang matanya cantik jelita belum temasuk  istri-istrinya dari wanita dunia. Salah seorang dari istri-istri mereka  mengambil tempat duduknya yang panjangnya satu mil ukuran dunia.”(&lt;/em&gt;HR  Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan penghuni surga yang paling tinggi atau mulia di sisi Allah adalah  orang yang melihat wajah Allah setiap pagi dan petang. Kemudian Rasulullah saw.  membaca ayat, “Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada saat itu berseri-seri.  Kepada Rabbnyalah mereka melihat.”&lt;/em&gt; HR Tirmidzi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Saya datang ke pintu surga, lalu saya buka. Sang penjaga bertanya,  “Siapakah Anda?” Saya menjawab, “Saya Muhammad.” Penjaga pintu lalu berkata,  “Saya memang diperintah agar pintu surga ini tidak saya buka sebelum Anda  terlebih dulu masuk.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Imam Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah bersabda, &lt;em&gt;“Jibril datang kepada saya dan memberi informasi  tentang pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku.” Mendengar itu, Abu Bakar  bertanya, “Ya Rasulullah saw. aku ingin bersamamu hingga dapat melihat pintu  surga.” Rasulullah menjawab, “Engkau wahai Abu bakar, adalah orang pertama dari  umatku yang memasuki surga.” &lt;/em&gt;Imam Bukhari-Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama kali dari golongan umat yang masuk surga tanpa melalui proses hisab  ialah mereka yang berderajat tinggi dan agung dalam iman dan taqwanya, beramal  shaleh dan istiqamah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Mereka berbaris dalam satu regu, wajah mereka memancarkan kepuasan  seperti rembulan saat pertama. Tubuh mereka bersih dari kotoran. Tidak meludah,  tidak berdahak dan tidak pula buang air. Tempat-tempat singgahnya terbuat dari  emas, sisirnya terbuat juga dari emas dan perak. Tempat apinya adalah kayud,  keringatnya berupa minyak misyk, setiap lelaki memiliki pasangan istri yang  kulitnya cemerlang seolah-olah sumsumnya tampak dari balik daging. Mereka tidak  pernah berselisih, tidak saling membenci sebab mereka sehati. Bacaannya tiap  kali adalah tasbih, setiap pagi maupun sore.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Imam Bukhari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw. Bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Pasti masuk surga di antara umatku yang berjumlah tujuh puluh ribu orang  tanpa hisab atau tujuh ratus ribu orang. Mereka saling bergandeng hingga masuk  surga semuanya. Wajah mereka seperti rembulan pada saat pertama.” &lt;/em&gt;Imam  Bukhari dan Muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Abas ra berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Semua umat diperlihatkan kepadaku kemudian aku lihat ada nabi yang  diikuti oleh sekelompok orang pengikutnya. Ada nabi yang diikuti oleh satu dan  dua orang. Ada nabi yang tidak diikuti oleh sorangpun. Diangkat kepadaku  kumpulan manusia yang sangat banyak lalu aku mengira bahwa mereka adalah umatku  lalu dikatakan kepadaku, “Ini adalah Musa dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk langit!”  Lalu aku melihat ke ufuk langit dan ternyata di sana ada kumpulan manusia yang  sangat banyak. Dikatakan kepadaku, “Ini adalah umatmu dan di antara mereka ada  tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Setelah itu  Rasulullah masuk ke dalam rumah. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sementara orang-orang sibuk membicarakan siapa sebenarnya mereka yang  masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa disiksa. Sebagian mereka  berkata,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barangkali mereka adalah mereka yang menemani Rasulullah saw.” Sebagian  yang lain berkata, “Barangkali mereka adalah yang dilahirkan dalam keadaan Islam  dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun.” Mereka juga menafsirkan dengan  berbagai macam tafsiran. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Lalu Rasulullah ke luar menemui mereka dan bertanya, “Apa yang kalian  bicarakan?” Mereka pun menceritakan hasil pembicaraannya. Lantas Rasulullah saw.  bersabda,” Mereka adalah orang-orang yang meruqyah dan tidak minta diruqyah,  tidak jatuh dalam tathayyur (mengaitkan nasib dengan burung atau lainnya) dan  hanya kepada Allah mereka bertawakkal.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Ia  menjadikan aku di antara mereka. “Rasulullah saw. menjawab, “Anda termasuk di  antara mereka!” Orang laki-laki yang lain berdiri dan berkata, “Berdoalah kepada  Allah agar Allah menjadikanku di antara mereka!” Rasulullah saw. menjawab, “Anda  kalah cepat dengan ‘Ukasyah.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnul Atsir telah mengumpulkan perawi-perawi hadits ini di dalam Yamiil  Ushul, dan di antara hadits itu menceritakan bahwa Abdullah bin Mas’ud ra  menyampaikan bahwa Rasulullah saw. Bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Aku tahu orang terakhir yang ke luar dari neraka dan terakhir masuk  surga. Ia ke luar dari neraka sambil merangkak, lalu Allah berfirman kepadanya,”  Pergi dan masuklah ke surga!” Orang itu kemudian pergi menuju surga, namun  terbayang olehnya bahwa surga telah penuh, lalu ia kembali kepada Allah dan  berkata,” Ya Allah, surga sudah penuh.” Allah berfirman kepadanya,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Pergilah dan masuklah ke dalam surga, sebab di sana tidak seperti di  dunia melainkan sepuluh kali dunia. Lalu ia berkata, “Apakah Engkau ejek aku,  atau Engkau tertawakan aku, sedang Engkau adalah Raja?”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sebuah hadits riwayat Muslim menyampaikan hal serupa. Dikisahkan, Nabi  bercerita tentang laki-laki yang masuk ke surga yang terakhir. Laki-laki itu  berjalan pelan-pelan. Allah menyuruhnya segera masuk ke surga. Ia pun berjalan  ke arah surga dengan hati yang bimbang. Ia angankan, setiap orang di surga itu  telah memiliki rumah sendiri-sendiri. Dalam hatinya ia bertanya, dengan apakah  ia akan bertempat tinggal?”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Maka untuk memastikan hatinya, Allah bertanya, “Apakah engkau masih  ingat, setiap orang berada di rumahnya sendiri-sendiri?” Ingat ya  Allah…”jawabnya penuh dengan angan harapan. “Sepuluh kali lipat rumah dunia?”  tanya Allah. Apakah Engkau menghinaku ya Allah, sedangkan Engkau adalah Raja?”  Dalam menceritakan itu Nabi tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mudah-mudahan kita semua diizinkan oleh Allah Ta’ala menjadi orang-orang yang  senantiasa istiqamah di dalam meniti hidup dan kehidupan ini, sehingga ketika  ruh ini dicabut oleh-Nya kita menerima anugerah &lt;em&gt;husnul khatimah&lt;/em&gt;.  Sehingga kita termasuk dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam golongan  hamba-hamba-Nya yang dipanggil dengan penuh kelembutan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Yaa ayyathuna-nafsul muthma innah, irji-i ila Rabbiki raadhiatan  mardhiyyah, fadkhulii fi ibadi wadkhuli jannati.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amin ya mujibas-saailin. Allahu a’alam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9090145768955731574-8881399035963088589?l=m-shad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='artikel' href='http://m-shad.blogspot.com/cermin' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-shad.blogspot.com/feeds/8881399035963088589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/melihat-surga-di-depan-mata-oleh-tim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/8881399035963088589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/8881399035963088589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/melihat-surga-di-depan-mata-oleh-tim.html' title='Melihat Surga Di Depan Mata'/><author><name>muhamadsadikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9090145768955731574.post-7878118594950651952</id><published>2008-10-04T14:03:00.003+07:00</published><updated>2008-10-05T19:10:36.431+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Itu Ada Pada Al Qur’an</title><content type='html'>&lt;h4 style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Kekuatan Itu Ada Pada Al Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a title="Profile of Dr. Attabiq Luthfi, MA" href="http://www.dakwatuna.com/author/attabiq"&gt;Dr. Attabiq Luthfi, MA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="postedby"&gt;  &lt;/span&gt; &lt;hr align="left" color="#999999" size="1" noshade="noshade"&gt;  &lt;div align="right"&gt;&lt;a title="Kirim" href="http://www.dakwatuna.com/2008/kekuatan-itu-ada-pada-al-quran/email/" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-EmailIcon" title="Kirim" style="border-width: 0px;" alt="Kirim" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-email/images/email_famfamfam.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a title="" href="http://www.dakwatuna.com/2008/kekuatan-itu-ada-pada-al-quran/print/" rel="nofollow"&gt;&lt;img class="WP-PrintIcon" title="" style="border-width: 0px;" alt="" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-print/images/printer_famfamfam.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang  roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi  pengetahuan melainkan sedikit.”&lt;/em&gt; (Al-Isra’: 85)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terdapat lebih dari 19 ayat yang menyebut kata “ruh” dalam Al-Qur’an. Maksud  yang terkandung dari istilah ini tidak keluar dari arti malaikat Jibril yang  biasanya ditambah dengan istilah &lt;em&gt;Ruhul Quds&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Ar-Ruhul Amin&lt;/em&gt;  dan maksud yang kedua adalah Al-Qur’an. Dan hanya satu ayat yang bermaksud roh  dalam arti yang sebenarnya, yaitu pada ayat ini. Meskipun demikian terdapat juga  ulama tafsir seperti yang dinukil oleh Imam Al-Qurthubi yang memahami ruh dalam  arti analogis yaitu Al-Qur’an. Maka pengertian ayat ini menurut Al-Qurtubi  secara analogis adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan mereka bertanya, “Darimanakah Al-Qur’an yang di tanganmu ini?”.  “Katakanlah: Sesungguhnya ia diturunkan sebagai mukjizat atas perintah Allah  swt.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Analogi kedua makna ini sangat jelas. Roh merupakan alat kehidupan manusia  secara fisik materil. Manakala Al-Qur’an adalah roh yang bisa memberi kekuatan  dan kehidupan manusia secara psikologis ruhiyah. Hal ini bertepatan dengan  ungkapan Malik bin Dinar tentang roh Al-Qur’an:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Wahai Ahlul Qur’an!, apa yang telah ditanam oleh Al-Qur’an ke dalam  lubuk hatimu?. Sesungguhnya Al-Qur’an adalah penyubur hati sebagaimana hujan  yang menyuburkan bumi.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konteks ruh yang memiliki pengertian Al-Qur’an, terdapat empat ayat  membahasnya, yaitu surah An-Nahl: 2, Ghafir: 15, Asy-Syura: 52 dan Surah  Al-Isra’: 58 yang dipahami secara analogis. Tentunya, penamaan Al-Qur’an dengan  ruh bukan kebetulan dan tanpa hikmah yang perlu digali oleh hamba-Nya yang  merindukan keberkahan dan kekuatan dari Al-Qur’an, seperti juga nama dan sifat  lain yang dimiliki oleh Al-Qur’an yang mencerminkan fungsi dan perannya yang  komprehensif dan universal. Betapa hanya Al-Qur’an yang bisa diandalkan  menyelesaikan masalah kemanusiaan dalam segala bentuknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayyid Qutb menyatakan pandangannya tentang penamaan Al-Qur’an dengan ruh  berdasarkan firman Allah: &lt;em&gt;“(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang  mempunyai ‘Arsy, Yang memberi ruh dengan (membawa) perintahNya kepada siapa yang  dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, supaya dia memperingatkan (manusia)  tentang hari pertemuan (hari kiamat).” &lt;/em&gt;(Ghafir: 15) bahwa ini merupakan  kinayah tentang wahyu. Redaksi yang digunakan dalam ayat ini mengisyaratkan dua  hal: &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt;, bahwa wahyu (Al-Qur’an) adalah ruh dan kehidupan bagi  manusia, tanpa ruh ini manusia tidak akan bisa hidup dengan baik dan benar.  &lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt; bahwa wahyu itu turun dari tempat yang tinggi kepada siapa yang  dipilih dari hamba-hamba-Nya. Redaksi ini bertepatan dengan sifat Allah Yang  Maha Tinggi lagi Maha Agung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya beliau juga menafsirkan ruh dalam ayat-ayat ini sebagai sebuah  kekuatan yang menggerakkan, mempertahankan kehidupan di dalam hati, bahkan di  dalam kehidupan nyata sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Quran) dengan perintah  Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak  pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya,  yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba  Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang  lurus.” &lt;/em&gt;(Asy-Syura: 52)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuatan besar dari sentuhan Al-Qur’an ini dirasakan benar oleh para sahabat  Rasulullah karena memang mereka menerima Al-Qur’an ini dengan segenap hati,  pikiran dan kemauan mereka. Seperti yang diriwayatkan oleh Ath-Thobroni dan  Al-Baihaqi dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa ia berkata:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ketika turun surah Az-Zalzalah, maka serentak Abu Bakar yang sedang duduk  waktu itu menangis. Maka Rasulullah saw. pun menghampirinya dan bertanya, “Apa  yang membuat engkau menangis wahai Abu Bakar?”. Surah inilah yang membuat aku  menangis”. Maka Rasulullah menenangkan dengan sabdanya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jika kalian tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan, maka Allah akan  menciptakan kaum lain yang mereka itu melakukan salah dan dosa kemudian mereka  bertaubat dan Allah mengampuni mereka.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam riwayat lain dari Abdullah bin Hanthob bahwa Rasulullah saw. pernah  membacakan surah ini dalam satu majlis di mana seorang Arab Badui ikut serta  duduk bersama. Setelah mendengar ini, lelaki itu lantas keluar sambil menyesali  dirinya “alangkah buruknya aku”. Maka Rasulullah mengatakan kepada para  sahabatnya, “sungguh iman telah masuk ke dalam hati lelaki badui tadi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka sangat tepat ungkapan Dr. Yusuf Al-Qaradlawi yang menegaskan bahwa:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Al-Qur’an adalah “ruh Rabbani” kekuatan Rabbani yang akan mampu  menghidupkan dan menggerakkan akal fikiran dan hati. Sebagaimana Al-Qur’an juga  undang-undang Allah yang mengatur kehidupan manusia sebagai individu dan bangsa  secara kolektif.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syekh Muhammad Al-Ghazali menyebutkan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Al-Qur’an inilah kitab yang membentuk jiwa, membangun umat dan  kebudayaan mereka. Inilah sesungguhnya kekuatan Al-Qur’an. Namun yang sangat  disayangkan bahwa cahaya ini tidak nampak di depan umat Islam karena mata-mata  mereka sudah tertutup sehingga aib dalam konteks sekarang ini bukan aib  Al-Qur’an, tetapi aib pandangan manusia yang lebih mengagungkan kekuatan lain  selain Al-Qur’an. Padahal Allah sudah berfirman, “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya  telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab  yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah  datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan, dengan kitab  itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan  keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari  gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan  menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”&lt;/em&gt; (Al-Ma’idah: 15-16)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karenanya esensi seluruh perintah dan petunjuk Al-Qur’an adalah dalam rangka  memelihara kehidupan manusia, baik secara fisik maupun psikis. Tanpa panduan dan  pedoman ini, kehidupan manusia semakin tidak menentu dan jelas arahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul  apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu,  ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan  sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”&lt;/em&gt; (Al-Anfal: 24)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuatan lain yang seharusnya kita sadari dari Al-Qur’an yang mulia ini bahwa  Al-Qur’an merupakan sistem hidup yang mengarahkan orang-orang yang beriman untuk  mewujudkan kehidupan dalam bingkai keimanan. Sebuah hakikat kehidupan yang  meliputi segenap komponen yang ada pada diri manusia; menghidupkan fisik,  perasaan, getaran jiwa, kemauan, pikiran dan kehendaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup  (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.”&lt;/em&gt;  (Yaasin: 70)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Qutaibah dalam kitab “Tafsir Gharibil Qur’an” memahami kalimat “Hayyan”  di dalam ayat ini dengan pengertian seorang mukmin yang hidup karena memperoleh  petunjuk Allah swt. demikian juga dengan firman Allah swt.:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami  berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan  di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada  dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah  Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka  kerjakan.”&lt;/em&gt; (Al-An’am: 122).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang dimaksud dengan orang yang hidup dalam ayat ini adalah orang yang  beriman dan orang yang mati adalah orang kafir. Makanya Allah membedakan  keduanya dengan menggunakan istilah ini juga di dalam firman-Nya: &lt;em&gt;“Dan tidak  (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati.”&lt;/em&gt; (Fathir:  22)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya, berbagai ujian yang mengejutkan bangsa ini semakin membuktikan  hakikat yang tidak terbantahkan akan kelemahan manusia dan hajat mereka akan  pertolongan Allah swt. bahwa sesungguhnya sumber kekuatan satu-satunya adalah  Allah yang menciptakan segalanya dan kita akan meraih kekuatan itu dengan  menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber kehidupan dan kekuatan  kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi, Allah swt. mengingatkan kita akan kekuatan Al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) ruh (Al-Qur’an) dengan  perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu:  “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan  Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”&lt;/em&gt; (An-Nahl: 2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang sudah saatnya bagi kita untuk menerima Al-Qur’an dengan segenap  perasaan, pikiran dan kehendak kita dan tidak mengharap atau menggantungkan  kekuatan lain di luar dari kekuatan firman-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk  hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada  mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah  diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka  lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah  orang-orang yang fasik.”&lt;/em&gt; (Al-Hadid: 16).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama kita masih mengharap datangnya kekuatan lain, maka selama itu pula  kita tidak akan meraih kehidupan yang mulia di bawah bimbingan dan naungan  Al-Qur’an.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9090145768955731574-7878118594950651952?l=m-shad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='artikel' href='http://m-shad.blogspot.com/taujih' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://m-shad.blogspot.com/feeds/7878118594950651952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/kekuatan-itu-ada-pada-al-quran-oleh-dr.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/7878118594950651952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9090145768955731574/posts/default/7878118594950651952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-shad.blogspot.com/2008/10/kekuatan-itu-ada-pada-al-quran-oleh-dr.html' title='Kekuatan Itu Ada Pada Al Qur’an'/><author><name>muhamadsadikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
